
Secara
historis bahwa pada tahun 1914, Datu Alam Turungku digantikan oleh Haji
Ahmad Turungku sebagai Raja Buol. Kemudian pada tahun 1916, Haji Ahmad
Turungku dinobatkan sebagai Madika Buol secara adat (ni tonguok).
Haji Ahmad Turungku memindahkan kedudukan kerajaan dari Kasangan ke
Roji. Pada tahun 1924, istana kerajaan dibangun cukup megah dengan atap
terbuat dari sirap, sehingga dikenal dengan nama Kumalrigu Sirap. Pada
tahun 1930, daerah Leok telah mengalami kemajuan. Atas usul Kontrolir J.
Rookmake (1929) dan M. Waiswisz (1930), maka Haji Ahmad Turungku
menjadikan Leok sebagai pusat pemerintahan kerajaan. Kemudian istana
kerajaan di Roji juga dipindahkan ke Leok.
Menurut narasumber bahwa istana kerajaan yang ada sekarang dibangun
kembali pada tahun 1985 oleh Pemerintah Kabupaten Buol Tolitoli pada
waktu itu. Kondisi istana saat dibangun kembali dalam keadaan rusak.
Saat ini bangunan dipergunakan sebagai rumah tinggal raja dan museum
Kerajaan Buol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar